|
Navigate Supaya apa yang didapat saat mengarungi samudera kata penuh makna tidak menguap begitu saja
|
Diary Pengantin « samuderakata
It’s about communication between man and woman; Ajeng dan Rara, dua wanita yang memiliki karakter hampir sama, sama-sama aktivis dakwah dan suka menulis. Tetapi kehidupan rumah tangga mereka jauh berbeda. Kok bisa??? Ajeng, seumpama buku, dia adalah buku yang terbuka, yang bisa dengan mudah dibaca dan diketahui isinya. Sementara Bagas, suaminya seumpama buku yang tertutup, sulit ditebak dan diketahui isi hatinya. Ajeng memiliki karakter kholeris-sanguinish sedangkan Bagas seorang plegmatis-melankolis. Hafidh, suami Rara, adalah orang yang ekspresif sehingga mampu mengimbangi karakter Rara yang juga ekspresif. Hafidh adalah orang yang nggak sungkan untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta pada istrinya, dengan perhatian bahkan puisi-puisi indah. Wanita mana sih yang nggak suka dihujani perhatian? Bukan hidup namanya kalo nggak ada cobaan, setiap mukmin pasti diuji keimanannya. Ajeng diuji dengan karakter yang sangat berlawanan dengan suaminya, bahkan dia sempat berpikir bahwa mereka adalah pasangan yang salah, banyak perbedaan banyak pertentangan, banyak pertengkaran, pada awalnya. Lain Ajeng lain pula Rara, baru sebulan menikah Rara sudah harus ditinggalkan oleh suaminya untuk melanjutkan belajar di Sudan, bukan hal yang mudah tentunya. Pria tidak sama dengan wanita. Pria berbahasa dengan apa yang mereka lihat dan mereka pikirkan. Sedangkan perempuan berbahasa dengan apa yang mereka rasakan dan mereka dengar. Kadang membiarkan seorang pria menyendiri adalah lebih bijaksana daripada memaksa mereka untuk bercerita tentang masalahnya. Ada masa dimana seorang pria perlu “pergi ke gua” pribadinya; untuk menyendiri, melepaskan kejenuhan, dan jangan memaksa mereka mengungkapkan sesuatu sebelum waktunya. Â |
|||||