Navigate

Supaya apa yang didapat saat mengarungi samudera kata penuh makna tidak menguap begitu saja
<< December 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

rss feed



Seaside Dreaming

"kamu memang nggak bakal ngerti" « samuderakata

Dec 13, 2005
"kamu memang nggak bakal ngerti"

Saya pernah jengkel karena mendapatkan tanggapan yang tidak seperti harapan saya, awalnya saya ingin mendiskusikan hal yang cukup serius pada seorang teman. Nggak nyangka dia malah marah atas upaya saya itu, padahal aku sekedar pingin nanya bukan mempermasalahkan. Mendengar jawabannya tentu saja saya sedih dan marah, aku nanya baik-baik kok dijawab ketus. Kemarahanku membuat marahnya semakin menjadi, begitulah malam itu kami berperang sms bernada kemarahan yang tak ada ujung pangkalnya.


Dari buku ini (belum selesai baca siy!) saya baru tau bahwa tanggapan satu orang terhadap perilaku orang lainnya justru dapat merangsang perilaku yang menyimpang itu untuk timbul dalam bentuk lebih parah, seperti suatu pusaran berpilin yang saling memperburuk, istilah kerennya Skismogenesis Komplementer. Dan hal ini bisa jadi lebih parah dalam percakapan antara laki-laki dan perempuan.


Pembicaraan antara laki-laki dan perempuan merupakan komunikasi lintas budaya. Pendekatan sosiolinguistik menunjukkan bahwa banyak gesekan timbul karena anak laki-laki dan anak perempuan tumbuh dalam budaya yang sebenarnya berbeda, hal yang sama bisa jadi nampak berbeda antara pria dan wanita.


Dalam dunia laki-laki percakapan adalah upaya tawar menawar untuk mencoba meraih dan mempertahankan keunggulan jika mampu, dan untuk melindungi diri dari upaya orang lain untuk merendahkan, menundukkan, atau mengendalikan. Laki-laki menghindari rasa ia sedang mematuhi perintah, mereka akan mencari cara/alasan supaya apa yang dilakukannya tidak tampak seperti melaksanakan perintah orang lain tapi karena inisiatif sendiri. Padahal sebenarnya karena ada orang lain yang meminta.


Sementara dalam dunia perempuan, percakapan adalah upaya tawar-menawar demi menciptakan keakraban, semua orang memberikan kepastian dan dukungan, dan mencapai kata sepakat. Karena itu, kehidupan bagi perempuan adalah sebuah kelompok masyarakat atau komunitas, sebuah perjuangan untuk mempertahankan keakraban, dan menghindari keterkucilan.


Tak heran pabila temen saya itu marah karena pertanyaan itu, rupanya pertanyaan saya diartikan meragukan, menginterogasi, mendesak atau bahkan memerintah dia.


Posted at 01:07 pm by kupubuku

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home