Navigate

Supaya apa yang didapat saat mengarungi samudera kata penuh makna tidak menguap begitu saja
<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

rss feed



Seaside Dreaming

samuderakata

Dec 13, 2005
"kamu memang nggak bakal ngerti"

Saya pernah jengkel karena mendapatkan tanggapan yang tidak seperti harapan saya, awalnya saya ingin mendiskusikan hal yang cukup serius pada seorang teman. Nggak nyangka dia malah marah atas upaya saya itu, padahal aku sekedar pingin nanya bukan mempermasalahkan. Mendengar jawabannya tentu saja saya sedih dan marah, aku nanya baik-baik kok dijawab ketus. Kemarahanku membuat marahnya semakin menjadi, begitulah malam itu kami berperang sms bernada kemarahan yang tak ada ujung pangkalnya.


Dari buku ini (belum selesai baca siy!) saya baru tau bahwa tanggapan satu orang terhadap perilaku orang lainnya justru dapat merangsang perilaku yang menyimpang itu untuk timbul dalam bentuk lebih parah, seperti suatu pusaran berpilin yang saling memperburuk, istilah kerennya Skismogenesis Komplementer. Dan hal ini bisa jadi lebih parah dalam percakapan antara laki-laki dan perempuan.


Pembicaraan antara laki-laki dan perempuan merupakan komunikasi lintas budaya. Pendekatan sosiolinguistik menunjukkan bahwa banyak gesekan timbul karena anak laki-laki dan anak perempuan tumbuh dalam budaya yang sebenarnya berbeda, hal yang sama bisa jadi nampak berbeda antara pria dan wanita.


Dalam dunia laki-laki percakapan adalah upaya tawar menawar untuk mencoba meraih dan mempertahankan keunggulan jika mampu, dan untuk melindungi diri dari upaya orang lain untuk merendahkan, menundukkan, atau mengendalikan. Laki-laki menghindari rasa ia sedang mematuhi perintah, mereka akan mencari cara/alasan supaya apa yang dilakukannya tidak tampak seperti melaksanakan perintah orang lain tapi karena inisiatif sendiri. Padahal sebenarnya karena ada orang lain yang meminta.


Sementara dalam dunia perempuan, percakapan adalah upaya tawar-menawar demi menciptakan keakraban, semua orang memberikan kepastian dan dukungan, dan mencapai kata sepakat. Karena itu, kehidupan bagi perempuan adalah sebuah kelompok masyarakat atau komunitas, sebuah perjuangan untuk mempertahankan keakraban, dan menghindari keterkucilan.


Tak heran pabila temen saya itu marah karena pertanyaan itu, rupanya pertanyaan saya diartikan meragukan, menginterogasi, mendesak atau bahkan memerintah dia.


Posted at 01:07 pm by kupubuku
Make a comment  

Dec 8, 2005
Diary Pengantin

It’s about communication between man and woman;

Ajeng dan Rara, dua wanita yang memiliki karakter hampir sama, sama-sama aktivis dakwah dan suka menulis. Tetapi kehidupan rumah tangga mereka jauh berbeda. Kok bisa???

Ajeng, seumpama buku, dia adalah buku yang terbuka, yang bisa dengan mudah dibaca dan diketahui isinya. Sementara Bagas, suaminya seumpama buku yang tertutup, sulit ditebak dan diketahui isi hatinya. Ajeng memiliki karakter kholeris-sanguinish sedangkan Bagas seorang plegmatis-melankolis.

Hafidh, suami Rara, adalah orang yang ekspresif sehingga mampu mengimbangi karakter Rara yang juga ekspresif. Hafidh adalah orang yang nggak sungkan untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta pada istrinya, dengan perhatian bahkan puisi-puisi indah. Wanita mana sih yang nggak suka dihujani perhatian?

Bukan hidup namanya kalo nggak ada cobaan, setiap mukmin pasti diuji keimanannya. Ajeng diuji dengan karakter yang sangat berlawanan dengan suaminya, bahkan dia sempat berpikir bahwa mereka adalah pasangan yang salah, banyak perbedaan banyak pertentangan, banyak pertengkaran, pada awalnya.

Lain Ajeng lain pula Rara, baru sebulan menikah Rara sudah harus ditinggalkan oleh suaminya untuk melanjutkan belajar di Sudan, bukan hal yang mudah tentunya.

 

Pria tidak sama dengan wanita. Pria berbahasa dengan apa yang mereka lihat dan mereka pikirkan. Sedangkan perempuan berbahasa dengan apa yang mereka rasakan dan mereka dengar.

Kadang membiarkan seorang pria menyendiri adalah lebih bijaksana daripada memaksa mereka untuk bercerita tentang masalahnya. Ada masa dimana seorang pria perlu “pergi ke gua” pribadinya; untuk menyendiri, melepaskan kejenuhan, dan jangan memaksa mereka mengungkapkan sesuatu sebelum waktunya.

 


Posted at 05:13 pm by kupubuku
Make a comment  

Dec 7, 2005
Ayat-Ayat Cinta

Fahri Abdullah Shiddiq, orang Indonesia yang sedang menempuh S2 di Al Azhar University, Mesir. Ketulusan hatinya menarik simpati banyak orang, teman, tetangga, guru, bahkan orang yang baru kenal.
Fahri ditakdirkan dengan Aisha, gadis cantik berdarah campuran Jerman, Turki,
Palestine melalui sebuah ta'aruf yang sangat indah.

Orang-orang dalam Novel ini:

Saiful, Rudi, Hamdi, Mishbah; teman-teman flat dengan Fahri di Hadayek Helwan.
Maria; tetangga satu flat, pemeluk agama Kristen Koptik/qibthi. Lebih suka dipanggil Maryam dan hafal Surat Maryam. Simpati dan mencintai Fahri, karena memendam perasaannya hingga sakit sampai koma. Demi menolongnya Fahri menikahi gadis ini atas permintaan Aisha. Ayahnya bernama Tuan Boutros, ibunya bernama Madame Nahed/Nadia, adiknya bernama Yousef. Keluarga ini sangat baik pada Fahri dkk.
Noura; tetangga satu flat yang sering disakiti oleh ayahnya (Tuan Bahadur) dan kakaknya, ternyata saat masih bayi, Noura tertukar dengan bayi lain di rumah sakit. Fahri menolong Noura dari kekejaman ayah dan kakaknya, Noura simpati akan tetapi Fahri tidak bisa menerima cintanya, akhirnya Noura tega memfitnah Fahri telah memperkosanya hingga Fahri dipenjara.
Nurul Azkiya; mahasiswa Al Azhar dari Indonesia, putri tunggal seorang pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Diam-diam Nurul mencintai Fahri begitu juga sebaliknya, akan tetapi mereka tidak ditakdirkan bersatu. Akhirnya Nurul menikah dengan Khalid, sesama mahasiswa dari Indonesia.
Alicia; wartawan asal Amerika yang tertarik pada ajaran islam dan akhirnya menjadi muallaf.
Syaikh Ustman Abdul Fattah; guru talaqqi-nya Fahri, sangat disiplin. Istrinya bernama Ummu Fathi.
Syaikh Ahmad Taqiyyudin; imam masjid masih muda dan sangat dihormati di Hadayek Helwan, istrinya bernama Ummu Aiman. Mereka membantu menolong Noura dari kejahatan keluarganya.
Ustadz Jalal dan Ustadza Maemuna; paman dan bibi Nurul.
Eqbal Hakan Erbakan; paman ipar Aisha, suami Sarah, memiliki anak bernama Amena dan Hasan.
Ali Faroughi; paman Aisha dari pihak ibu, pengusaha kaya, tinggal di Turki.
Alia Ali Faroughi; ibunda Aisha.
Rudolf Greimas; ayahanda Aisha, seorang Jerman yang menjadi muallaf saat menikah dengan Alia tapi kembali ke agamanya semula ketika Alia meninggal.

Bagian-bagian yang aku suka dari novel ini :

  • Cinta sejati adalah cinta yang terjalin setelah akad nikah, yaitu cinta  kita pada pasangan hidup kita yang sah. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tak perlu disakralkan dan diagung-agungkan (hal 293).
  • Saat Fahri terserang Heat Stroke dan meningitis yang sangat hebat. Dalam keadaan koma, bertemu dengan Abdullah bin Mas’ud yaitu sahabat yang bacaan Al Qurannya ingin didengarkan oleh Rasulullah. Mulut Fahri selalu melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dan matanya selalu melelehkan airmata (hal 169-178).
  • Saat koma, Maria bertemu dengan Maryam di Surga dan mulutnya terus melantunkan surat Maryam dan Thahaa (400-410).

  • Sebait puisi yang selalu dilantunkan Fahri & Aisha pada saat-saat terindah, puisi ini diulang 3 kali dalam sekujur novel. Agar dapat melukiskan hasratku, kekasih Taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu...
  • Halaman 251-252, indah...000

Istilah-istilah dalam Novel Ini:
Talaqqi; belajar langsung face to face pada seorang syaikh atau Ulama.
Qiraah Sab’ah; membaca Al Quran dengan riwayat 7 Imam. al, Imam Warasy dan Imam Hafsh.
Metro; kereta listrik/trem.
Mahattah; stasiun/terminal.
Pound; mata uang Mesir atau Junaid (bhs Arab), 1 pound = 100 piasters.

Andonesy; orang Indonesia.

Kinanah; sebutan lain Mesir.

Fusha; bahasa Arab sesuai eyd.

‘Amiyah; bahasa Arab untuk percakapan sehari-hari.

Ashir; juice.

Isy dan Ful; makanan pokok orang Mesir.

Man jadda wa jadda; yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan.

Aris; pengantin pria.

Head Stroke; penumpukan panas yang berlebihan dalam tubuh akibat cuaca yang sangat panas.

Meningitis; radang selaput otak ditularkan oleh kuman meningokoccal.
Nusyuz; istri tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga dan memuliakan suaminya.


Posted at 11:40 am by kupubuku
Make a comment Â